Sebuah perpustakaan khusus salah satunya Perpustakaan Resource Center Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), perlu menyediakan alat untuk memudahkan pengguna dalam mengakses informasi yang salah satunya dalam bentuk abstrak.
Abstrak adalah representasi yang ringkas, tetapi akurat dari suatu dokumen. Kalimatnya merupakan penggalan teks yang diciptakan oleh si pembuat abstrak, bukan kutipan langsung dari penulisnya. Ini berbeda dengan ekstrak yang berarti versi singkat dari sebuah dokumen yang dibuat dengan jalan mengambil kalimat-kalimat dari dokumen tersebut.
Manfaat dari abstrak adalah untuk memudahkan pembaca, khususnya para peneliti dan akademisi untuk menentukan dokumen yang akan dibacanya. Hal ini akan membantu proses penentuan apakah sebuah dokumen perlu diambil atau tidak untuk dibacanya, karena jurnal ilmiah dan akademik terlalu banyak untuk dibaca semua. Oleh sebab itu sebuah kumpulan abstrak akan sangat membantu proses pemutakhiran data yang seringkali abstrak bahkan dapat menggantikan fungsi artikel aslinya.
Dengan membaca abstrak lebih dahulu, pembaca dapat menghemat waktu apalagi bila abstrak tersebut dihimpun dalam satu bidang, maka akan dapat membantu pembaca dalam memahami bidang yang sejenis dan saling terkait hingga batas-batasannya. Bilamana abstrak dilengkapi dengan indeks dan klasifikasi akan lebih memudahkan penelusuran bagi pembaca, sehingga akan dapat meningkatkan akurasi pemilihan dokumen. Tanpa abstrak pembaca tentu akan menebak-nebak isi artikel/dokumen yang akan dibacanya.
Bagaimana cara membuat abstrak ? Inilah yang diajarkan dalam Diklat Teknis Penulisan Abstrak yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Perdagangan selama 5 (lima) hari kerja tanggal 13 – 17 Juli 2009 di Gedung Pusdiklat Perdagangan Jl. Abdul Wahab No. 8 Cinangka, Sawangan – Depok. Diklat ini diikuti oleh 21 (dua puluh satu) orang peserta (Pustakawan /Staf perpustakaan) dari Biro Hukum 2 (dua) orang, Biro Umum 2 (dua) orang, PPIE 1 (satu) orang, Direktorat PPMB 1 (satu) orang, Setditjen Daglu 2 (dua) orang, Setditjen KPI 1 (satu) orang, BAPEBTI 1 (satu) orang, , Direktorat Hasil Pertanian dan Kehutanan 1 (satu) orang, Direktorat Metrologi 4 (empat) orang, PUSDIKLAT 4 (empat) orang, dan BBPPEI 2 (dua) orang.
Pengajar berasal dari Perpustakaan Universitas Indonesia, Independent Counsultant and Public Speaker, serta Koordinator Pinakes Training and Consulting.