Home    Jadwal Pelatihan    Link   Tentang Kami    Hubungi Kami
Indonesia :: English
  BERITA PPEI

 
 
PENDIDIKAN
PELATIHAN
KONSULTASI
LABORATORIUM
KERJA SAMA
FASILITAS
AGENDA
BERITA
INFO EKSPOR IMPOR
UNDUH

 

 
   
25 Agustus 2009 14:48:17
VIDEO CONFERENCE HACCP JAKARTA-TOKYO-MAKASSAR

Suasana video conference Jakarta-Tokyo-Makassar
 

Terjadinya krisis global yang melanda dunia sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat dunia terutama negara negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan negara lainnya . Dengan menurunnya daya beli masyarakat di negara maju tersebut maka tingkat persaingan ekspor Indonesia dengan negara berkembang lainnya di pasar internasional turut pula terpengaruh. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta peningkatan kualitas produk ekspor untuk dapat bersaing di pasar global menjadi hal yang sangat penting.
Kinerja ekspor biasanya bertumpu kepada kemampuan dalam memanfaatkan peluang pasar dunia, yang selanjutnya membutuhkan profesionalisme di bidang lain seperti dalam hal pasokan, baik dalam jumlah kecil maupun besar, serta dalam hal mutu , penguasaan teknologi, pengembangan produk, desain produk, strategi pemasaran (termasuk dalam promosi) dukungan pembiayaan, jaminan hukum serta keamanan dalam pengiriman barang dan keamanan konsumen dalam  mengonsumsi makanan dan minuman.
Untuk menjamin keselamatan dan keamanan  konsumen untuk produk makanan dan minuman, dewasa ini di negara maju telah mensyaratkan agar sistim HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) ditetapkan dalam program manajemen mutu pangan baik untuk industri lokal maupun industri yang akan mengekspor produknya ke negara tersebut.
Pendekatan sistim mutu HACCP memberikan kepastian bahwa produk tersebut memenuhi persyaratan dan aman untuk dikonsumsi. Jaminan mutu sistim HACCP dirancang untuk meminimalkan resiko terhadap kemungkinan potensi bahaya (food quality assurance). Konsep ini merubah paradigma pengujian produk akhir menjadi pencegahan/pengendalian dengan penetapan titik kendali kritis dalam rantai proses produksi.
Sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang ekspor maka Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) yang berada di bawah Badan Pengembangan Ekspor Nasional Departemen Perdagangan menyelenggarakan Pelatihan Penerapan HACCP untuk Industri Makanan bagi para pelaku bisnis (eksportir, calon eksportir)  dari tanggal 3 s.d. 5 Agustus 2009. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dalam hal memahami konsepsi dari penerapan HACCP dan mampu membuat perencanaan dan menerapkan sistim mutu di perusahannya. Program diklat dirancang bersama praktisi ekspor dan instruktur berpengalaman dengan pengemasan silabus sedemikian rupa sehingga peserta akan mengerti dan memahami dan juga menghayati konsepsi HACCP maupun teknik penerapan di perusahaan. Pada pelatihan ini diberikan materi /kasus penerapan HACCP oleh perusahaan Jepang dengan langsung menampilkan pembicara dari perusahaan Jepang melalui pembelajaran jarak jauh (video conference) antara PPEI (Jakarta), P3ED Sulsel (Makassar) dan JICA (Tokyo). Adapun materi yang diberikan meliputi :
-Pengenalan HACCP untuk Industri Makanan
-Pengertian Aplikasi Program HACCP
-Newly Started Regulation to Foods Imported to Japan
-Seafood HACCP in Japan
-HACCP for Milk and Milk Product
-Kelompok kerja untuk mempersiapkan program HACCP

Sumber: Sri Kuswahyuni Hidayati/Course Leader PPEI
 
   
 
PPEI © 2007
Gedung PPEI Jl. Letjen S. Parman 112 Grogol Jakarta 11440 - Indonesia
Telepon : (62-21) 5666732, 5663309, 5674229 (Hunting)
100% Indonesia