Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, persaingan perdagangan internasional berlangsung semakin kompetitif, terutama antara negara berkembang dan negara maju. Arus globalisasi perdagangan ditandai oleh makin berkurangnya jarak dan batas yang disebabkan oleh kemajuan teknologi, terutama oleh kemajuan teknologi telekomunikasi. Kenyataan tersebut merupakan hal yang harus diantisipasi oleh setiap pelaku ekspor. Kemampuan eksportir dalam teknologi telekomunikasi akan menjadi faktor yang mendukung keberhasilan ekspor, juga akan membuat efisiensi waktu dan biaya ekspor.
Internet sebagai salah satu alat komunikasi teknologi yang menjangkau seluruh dunia telah mengubah cara komunikasi masyarakat dewasa ini. Pengiriman dokumen melalui surat elektronik maupun teleconference dapat dilakukan dengan teknologi ini yang dapat dilihat percepatan yang dilakukan dalam pengiriman dokumen dengan menggunakan surat elektronik bila dibandingkan dengan cara manual karena waktu yang dibutuhkan akan lebih singkat dan bila terjadi kesalahan akan dapat diketahui dan diperbaiki segera.
Internet juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengakses pasar dan melakukan survey pasar bagi produk ekspor yang diproduksi oleh eksportir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Guna optimalisasi kemampuan sumber daya manusia pelaku ekspor juga sumber daya manusia aparatur yang membidangi perdagangan luar negeri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, maka diselenggarakan Pelatihan Akses dan Survey Pasar Melalui Internet. Dengan pelatihan ini diharapkan para pelaku ekspor dan pihak terkait memiliki kemampuan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan volume maupun nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Demikian paparan Drs. H. Salim Holian, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dibacakan oleh Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri A. Haswandi, S.Sos. dalam pembukaan Pelatihan Akses dan Survey Pasar Melalui Internet di Pangkal Pinang kemaren.
Pelatihan tersebut berlangsung di Kampus AMIK Atma Luhur Pangkal Pinang dari tanggal 14 s.d. 16 April 2009 dengan para instruktur dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Departemen Perdagangan.